Pagi itu, aku
melaju ke kantor dengan motorku, suzuki thunder 2005. Rupanya rantai motorku
sdh tak tahan membawaku melaju. Rantai terlepas dari girnya, Aku terseok dan harus
rela mendorongnya sampai ke tukang tambal ban di jalan margonda, barangkali dia bisa membantu
mengaitkannya kembali. Ternyata dia tak sanggup mengobati keletihan rantaiku.
Aku pun bergegas mendorongnya ke stasiun Pondok Cina. Alhamdulillah di dompetku
masih tersisa uang 10 ribu. Tiket express akhirnya bisa terbeli, dan tinggal
seribu..ah gampang nanti ke atm sudirman kukais sisa2 rekeningku yg faktanya
memang tidak gendut.
Alhamdulillah,
di stasiun Pondok Cina aku bertemu dengan sahabatku yang baik hati, temen
di kantor dulu, sekarang sdh pindah ke lto. Menyarankan aku untuk naik express
manggarai terus nyambung naik 66 dan nyambung lagi 640. Alhmdulillah ternyata aku
tak puas dengan nasihatnya yang berharga, aku pun meminta goceng padanya,…coz
uangku tinggal sarebu,….he he he. Alhamdulillah, dia kasih goceng + senyumannya yang khas .
Sampailah di
stasiun manggarai. Akupun melompat dan berlari menyeberangi rel manggarai
menuju terminal bus. Beruntung ada kopaja 66 yg sudah siap menyambutku. Aku sempatkan
berinfaq seribu, ..”Ya Allah sampaikanlah pahala infaqku ini untuk sahabatku tadi”.
Terbengong diriku menunggu lampu merah yang cukup lama. Aku baru tersadar ,
…jangan2 ini perempatan gatsu. Aku segera berlari melewati puluhan kenderaan yang lagi
macet. “Bu Polwan, itu jalan gatot subroto ya ?” tanyaku lugu banget kayak orang
udik. Aku bergegas menyeberang dan siap menerjang bus kota pertama arah komdak.
Gayus, gayus,
gayus….kesel juga sang kenek 640 menyebut kantorku seperti itu (semoga Allah SWT memberi hidayah kepada sang kenek dan juga gayus dan menjauhkan negeri ini dari permainan para koruptor dan mafia kejahatan). Aku belum
ingin turun, masih jauh dari pintu gerbang kantorku. Ternyata 640 tidak mau
berhenti di depan gerbang kantorku,…ya Allah,…pagi yang sangat dinamis. Sprint
dari komdak mengejar detik2 absensiku. Tersengal nafasku dan,…alhamdulillah
7.26 berhasil ketempelkan jari telunjukku dan “..you are authorized”.
Kipas-kipas
keringat bercucuran, merasakan nikmat yang telah diberikan. Ya Allah ku
bersyukur kepadaMu atas banyak nikmat yang tiada dapat ku menghitungnya. Saat
jariku menuangkan coretan ini, alhamdulillah pak korlak menyapaku dari
belakang, mas ada kelebihan iuran ke ciater hari ahad kemarin. Sekali lagi
Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar