Rabu, 14 Maret 2012

Alhamdulillah Aku Tidak Terlambat


Pagi itu, aku melaju ke kantor dengan motorku, suzuki thunder 2005. Rupanya rantai motorku sdh tak tahan membawaku melaju. Rantai terlepas dari girnya, Aku terseok dan harus rela mendorongnya sampai ke tukang tambal ban di jalan margonda, barangkali dia bisa membantu mengaitkannya kembali. Ternyata dia tak sanggup mengobati keletihan rantaiku. Aku pun bergegas mendorongnya ke stasiun Pondok Cina. Alhamdulillah di dompetku masih tersisa uang 10 ribu. Tiket express akhirnya bisa terbeli, dan tinggal seribu..ah gampang nanti ke atm sudirman kukais sisa2 rekeningku yg faktanya memang tidak gendut.
Alhamdulillah, di stasiun Pondok Cina aku bertemu dengan sahabatku yang baik hati, temen di kantor dulu, sekarang sdh pindah ke lto. Menyarankan aku untuk naik express manggarai terus nyambung naik 66 dan nyambung lagi 640. Alhmdulillah ternyata aku tak puas dengan nasihatnya yang berharga, aku pun meminta goceng padanya,…coz uangku tinggal sarebu,….he he he. Alhamdulillah, dia kasih goceng + senyumannya yang khas .

Sampailah di stasiun manggarai. Akupun melompat dan berlari menyeberangi rel manggarai menuju terminal bus. Beruntung ada kopaja 66 yg sudah siap menyambutku. Aku sempatkan berinfaq seribu, ..”Ya Allah sampaikanlah pahala infaqku ini untuk sahabatku tadi”. Terbengong diriku menunggu lampu merah yang cukup lama. Aku baru tersadar , …jangan2 ini perempatan gatsu. Aku segera berlari melewati puluhan kenderaan yang lagi macet. “Bu Polwan, itu jalan gatot subroto ya ?” tanyaku lugu banget kayak orang udik. Aku bergegas menyeberang dan siap menerjang bus kota pertama arah komdak.
Gayus, gayus, gayus….kesel juga sang kenek 640 menyebut kantorku seperti itu (semoga Allah SWT memberi hidayah kepada sang kenek dan juga gayus dan menjauhkan negeri ini dari permainan para koruptor dan mafia kejahatan). Aku belum ingin turun, masih jauh dari pintu gerbang kantorku. Ternyata 640 tidak mau berhenti di depan gerbang kantorku,…ya Allah,…pagi yang sangat dinamis. Sprint dari komdak mengejar detik2 absensiku. Tersengal nafasku dan,…alhamdulillah 7.26 berhasil ketempelkan jari telunjukku dan “..you are authorized”.
Kipas-kipas keringat bercucuran, merasakan nikmat yang telah diberikan. Ya Allah ku bersyukur kepadaMu atas banyak nikmat yang tiada dapat ku menghitungnya. Saat jariku menuangkan coretan ini, alhamdulillah pak korlak menyapaku dari belakang, mas ada kelebihan iuran ke ciater hari ahad kemarin. Sekali lagi Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar