Merokok dapat menyebabkan
kangker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Rupanya
peringatan pada bungkus rokok itu belum cukup ampuh untuk menurunkan jumlah
perokok di Indonesia yang menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempati urutan terbesar
ketiga di dunia. Astaghfirullah.
Bahkan berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), di tahun 2006 aja pengeluaran uang belanja
keluarga miskin (gakin) Kota Bogor, untuk membeli rokok setahun mencapai Rp 20
miliar. Subhaanallah. Gak cukup
merusak kesehatan, tapi juga merusak pendapatan bahkan anak-anakpun ada yang
sampe kecanduan (hingga 40 batang sehari), na’udzuubillah
min dzaalik.
Kembali aku harus memacu laju thunderku
menuju Widya Chandra via Ampera mengejar detik demi detik finger print pagi. Sampai di kawasan Kemang, aku ancang-ancang konsentrasi latihan
menundukkan pandangan. Disitu banyak terpampang iklan beraneka ragam,
diantaranya adalah iklan rokok E**e. Tidak mudah memang, tapi namanya juga
latihan Ghaddul Bashor, perlu sedikit
konsentrasi. Lengah dikit, gubraak kelihatan deh iklan rokok E**e itu. Nyampe
deket sekolahan Al Azhar, kaget banget….. billboard aduhai itu sudah gak ada.
Bukan diganti, tapi dicopot so tinggal tiangnya doang berdiri tegak di
sepanjang jalan. Ya Allah, terimakasih dan Alhamdulillah
banget atas karuniaMu. Papan reklame itu telah undur diri dari pemandangan para
pengguna jalan Kemang. Iklan itu gak sesuai dengan kepribadian masyarakat
Indonesia yang religius dan berketuhanan Yang Maha Esa. Semoga billboard penggantinya
nanti lebih sopan dan lebih menutup aurat.
Yaa Allah maafkanlah diriku, aku
tidak mampu beramar ma’ruf nahi munkar sebagaimana yang telah Engkau
perintahkan. Semoga ungkapan syukurku ini menunjukkan bahwa aku cinta kebaikan
dan benci kebathilan wa dzaalika adl’aful
iimaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar